Bangkitlah Indonesiaku
20 Mei 2008 bangsa Indonesia merayakan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, bersamaan dengan hari itu blog ini lahir. Makna kebangkitan nasional sangatlah luas. Barangkali makna kebangkitan nasional yang sesuai dengan kondisi Indonesia pada saat ini adalah seperti puisi yang dibacakan oleh Dedy Miswar yang selama dua minggu terakhir ini sering ditayangkan di stasiun-stasiun televisi di Indonesia.
saya sendiri tidak tau pasti apa judulnya, yang pasti berikut puisinya:
Bangkit itu Susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu Takut…
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya
Bangkit itu Malu…
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu Tidak ada…
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku…
Aku untuk Indonesia-ku
Apakah makna kebangkitan nasional yang tergambar dalam puisi tersebut sudah tertanam dalam diri kita masing-masing sebagai wujud rasa nasionalisme kita?
Saya sendiri merasa belum semua makna tersebut tertanam dalam diri saya. Bagaimana dengan anda?
Dalam kondisi negara Indonesia seperti sekarang ini, dengan tertanamnya makna kebangkitan nasional seperti dalam puisi di atas dalam diri setiap warga negara Indonesia saya yakin bangsa Indonesia dapat mengatasi segala permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia pada saat ini dan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang mampu mensejahterakan rakyatnya.
Bangkitlah Indonesiaku








No comments yet.